Kumpulan Artikel Tips dan Triks Pengusaha Sukses, anda yang sudah jadi pengusaha jadikan blog ini untuk mendapatkan inspirasi dalam memaksimalkan usaha anda. Kirimkan Artikel anda di blocknotinspire@gmail.com
Kunjungi Versi Mobile KLIK http://idegilabisnis.blogspot.com/?m=1 atau ( KLIK DISINI )

Chocodot, Cokelat Isi Dodol dari Kiki Gumelar


Kiki Gumelar, pengusaha muda ini berhasil meraih UKM Award 2010, untuk kategori inovasi produk. Chocodot, atau cokelat isi dodol, dinilai dewan juri sebagai produk yang inovatif.

Penghargaan itu memotivasi saya untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi daerah Garut melalui kuliner, sekaligus mengajak generasi muda mengembangkan potensi dirinya. Penghargaan ini membuktikan bahwa orang muda dari kota kecil pun bisa menjual kreativitasnya," kata Kiki Gumelar, pemilik usaha UD Tama Cokelat kepada Warta Kota, seusai menerima penghargaan UKM Award 2010 dari Wakil Presiden Boediono pada acara pembukaan pameran ‘Trade Expo Indonesia dan Pangan Nusa 2010’ di Jakarta Expo Kemayoran, baru-baru ini.

Kiki sebenarnya baru mengembangkan usahanya itu satu tahun yang lalu. Tetapi tak disangka perkembangannya melesat cepat berkat kerja keras dan kreativitasnya. Kreasi pertamanya adalah chocodot, di-launching pada 17 Juli 2009. "Sampai saat ini, saya sudah menghasilkan sembilan produk," katanya.

Kiki sampai saat ini sudah memiliki empat outlet yang semuanya berada di Garut. "Tapi, pembelinya 80 persen adalah orang Jakarta dan Bandung yang datang ke Garut. Hanya 20 persen, pembelinya orang Garut," kata Kiki yang hobi makan itu.

Selain chocodot, Kiki Gumelar yang akrab disapa Aa Gumelar itu mempunyai produk lainnya seperti, brodol alias brownies isi dodol; gagel alias Garut geulis cokelat, yaitu cokelat isi cream buah dengan kemasan besek tradisional; dan Van Java Cokelat, yaitu cokelat dengan rasa rempah-rempah khas Parahyangan.

Untuk produk yang disebutkan terakhir itu, Kiki memiliki berbagai varian rasa, seperti, cokelat rasa bandrek, bajigur, beras cikor, sekuteng, jahe, cabai hingga kacang.

Kiki mengatakan, saat ini produksinya mencapai lima ton cokelat dan dua ton dodol/bulan untuk membuat berbagai produk pangan itu. "Saya juga memasarkan chocodot dan yang lainnya lewat internet. Pembelinya dari berbagai daerah, termasuk dari Singapura," kata Kiki.

Ketika masih bekerja sebagai orang kantoran, Kiki pernah bermimpi ingin memiliki usaha sendiri pada usia 30 tahun. Tapi, dia baru berani keluar dari zona aman itu setelah tujuh tahun bekerja. "Saya bersyukur dapat mewujudkan cita-cita itu," kata pria kelahiran Garut yang pada tanggal 17 November 2010 berusia 30 tahun.

Kiki mengaku, keinginannya yang kuat untuk pulang kampung, berkumpul dengan orangtuanya dan ikut membangun Garut, membawanya menggeluti dunia bisnis.

"Tadinya hanya iseng, belum fokus pada bisnis. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu dan tidak punya pekerjaan lagi, akhirnya saya serius membangun usaha ini," kata Kiki.

Sebelumnya, Kiki pernah bekerja di Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta. Di Kota Gudeg itu, dia sudah bekerja selama lima tahun, bahkan sudah memiliki rumah dan keluarga. Kiki juga mengaku, faktor lain yang memaksanya berpikir pulang kampung karena dia bercerai dengan istrinya.

Musibah yang dihadapinya itu dapat disikapi dengan positif dan membangun kembali masa depannya. Buktinya, Kiki dapat bangkit hingga berhasil meraih berbagai penghargaan. Antara lain, meraih Garut Award 2010 bidang inovasi produk buah tangan Garut pada Agustus 2010.

Kiki mengaku, sejak awal dia ingin mengembangkan potensi daerah Garut. Oleh karena hobinya makan, dia ingin mengembangkan dunia kuliner.

"Dengan menerapkan strategi blue ocean, saya berupaya bikin produk yang unik berbasis dodol supaya saya tidak punya saingan. Di situlah, saya ketemu ide bikin cokelat isi dodol," katanya.

Lewat chocodot, Kiki ingin mengajak masyarakat mengonsumsi dodol dengan cara berbeda. Sebab, dodolnya dibalut cokelat. "Mungkin anak muda sudah tak suka dodol. Tapi mereka kan suka cokelat. Itulah cara saya mengangkat kembali kejayaan dodol dengan cara kreatif," katanya.

Setelah eksperimen selama satu bulan membuat chocodot dinilainya berhasil, Kiki nekat untuk memulai usahanya. Tanpa banyak pikir panjang, dia mulai mengontrak rumah untuk tempat usahanya. Lalu, membeli peralatan produksi serta membuat brosur dan kartu nama.

"Modal awal usaha itu, berasal dari kartu kredit sebesar Rp 17 juta. Lalu, saya juga dipercaya orang untuk ngutang bahan baku cokelat senilai Rp 25 juta. Dengan membaca bismillah, saya jalan, saya yakin berhasil," ujarnya.

Ternyata usaha dan kreativitas Kiki terbukti membuahkan hasil. "Untuk mulai usaha, jangan terlalu banyak mikir. Lakukan saja," kata Kiki semangat. (*/Warta Kota)


Sumber : ciputraentreprenuerchip.com


Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More