Kumpulan Artikel Tips dan Triks Pengusaha Sukses, anda yang sudah jadi pengusaha jadikan blog ini untuk mendapatkan inspirasi dalam memaksimalkan usaha anda. Kirimkan Artikel anda di blocknotinspire@gmail.com
Kunjungi Versi Mobile KLIK http://idegilabisnis.blogspot.com/?m=1 atau ( KLIK DISINI )

Bisnis Membangun Manusia Raup Omzet Belasan Miliar


Saat terjadi krisis, semua aset berpotensi jatuh. Baik itu perlengkapan dan peralatan usaha, modal, ataupun saham perusahaan. Namun, satu aset harus tetap tegak dan tidak boleh jatuh yaitu aset manusia.

Atas dasar prinsip itulah, Indrawan Nugroho nekat keluar dari perusahaan tempatnya bekerja untuk membuat usaha baru. Sebuah usaha untuk mengembangkan aset paling dasar dari sebuah usaha yaitu manusia itu sendiri.

Indra yakin, manusia perlu pengembangan lebih dari sekadar edukasi yang telah didapatkannya melalui lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal. Manusia dalam pikirannya perlu setiap saat mengembangkan diri.

Dengan pengembangan diri, manusia akan mampu berpikir serta memiliki ide baru untuk meningkatkan kualitasnya secara individu maupun tempat dia bekerja. Keyakinan kuat yang kemudian disampaikan Indra kepada Farid Poniman, yang tidak lain merupakan atasan di tempat dia bekerja, untuk membuat perusahaan pengembangan diri.

Keduanya pun sepakat untuk mendirikan perusahaan training dengan nama PT Kubik Kreasi Sisilain, di akhir 1999, saat Indonesia tengah berusaha keluar dari krisis moneter 1997.

"Kami meyakini kalau Indonesia mau keluar dan bertahan serta berhasil dalam jangka panjang, jalan keluarnya melalui pengembangan SDM," ujar Indra menggambarkan idealis yang dimiliki.

Dia meyakini, saat krisis melanda, sulit menghindarkan kejatuhan terhadap aset-aset yang dimiliki. Krisis berpotensi menggerus aset dan keuntungan perusahaan. Harga tanah, peralatan kerja, modal, dan saham anjlok. Sementara likuiditas terhambat, segala sesuatu menjadi mahal.

Namun, satu hal yang menjadi kunci persoalan tersebut yaitu SDM yang dimiliki. Dalam pikirannya, ketika aset manusia juga jatuh-baik itu semangat ataupun mentalnya, perusahaan itu akan mati.

"Atas dasar itu, kita punya keinginan besar membantu perusahaan- perusahaan agar SDM-nya jangan sampai jatuh. Dasar pemikiran itulah yang kami jadikan motivasi untuk membangun Kubik Training," papar pria lulusan University of Melbourne, Australia, yang mengambil jurusan Management and Industrial Relations itu.

Usaha itu pun kemudian dirintis. Dengan modal awal sebesar Rp20 juta, yang merupakan hasil patungan 50:50 dengan Farid. Tidak lama kemudian ternyata ada satu rekan Indra yang tertarik akan gagasan usaha tersebut, masuk menjadi investor, dengan memberi suntikan dana sebesar Rp50 juta plus hak penggunaan sebuah ruko di daerah Cempaka Putih sebagai kantor selama dua tahun.

Dengan mempekerjakan lima karyawan, Indra dan Farid mulai menawarkan jasa pengembangan diri mereka dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

"Itu benar-benar dari nol. Kami tidak punya kenalan atau network, kami tidak berafiliasi dengan perusahaan besar yang otomatis nanti bisa mendatangkan proyek atau klien. Modal kami adalah idealis untuk bisa mengembangkan SDM," katanya.

Apa yang ditawarkan Kubik, menurut Indra, bukan sekadar memberi motivasi kepada kliennya. Namun, pelatihan yang diberikan adalah sebuah tuntunan, langkahlangkah sebaiknya diambil untuk menjadi maju.Training yang diberikannya adalah sebuah soft skill, pengembangan diri.

Di mana ada berbagai macam soft skill yang diajarkan untuk menghadapi berbagai kondisi masalah antara lain personal mastery training, lalu leadership (kepemimpinan), ada challenge training untuk yang mau naik jabatan, lalu ada juga pension preparation training bagi mereka yang akan menghadapi masa pensiun, serta masih banyak lagi lainnya.

Namun, mengembangkan usaha tersebut ternyata tidak mudah. Sebagai perusahaan kecil dan tidak ternama, tentu tidak mudah menggaet klien, apalagi perusahaan- perusahaan besar.

Tetapi, Kubik memilih berjalan secara perlahan, dengan memupuk kepercayaan dari bawah sembari menjaga kualitas yang diberikan. Tidak heran bila pada awalnya Kubik mau bersusah payah memberikan pelayanan ekstra kepada klien.

Meskipun kala itu, klien yang dimiliki hanya perusahaan kecil dan bayarannya pun tidak seberapa. Indra dan rekan-rekan bersedia memberikan ekstra pelayanan, bukan hanya training, melainkan juga memantau perkembangan hasil pelatihan yang dilakukan.

Dari yang awalnya perusahaan training kecil, dengan klien perusahaan kecil, beranjak ke level baru. Rekomendasi-rekomendasi atas kepuasan klien menjadi modal Kubik mendapatkan klien yang lebih besar.

Apalagi, pada 2005, Indra juga mengeluarkan ide-ide di pikirannya mengenai pengembangan manusia dalam bentuk buku bertajuk Kubik Leadership. Buku yang kala itu cukup laris sebagai bahan bacaan sekaligus masukan banyak orang untuk mengembangkan dirinya menjadi lebih baik.

Tahun lalu buku kedua Indra mengenai pengembangan diri juga diluncurkan dengan memilih tajuk “DNA Sukses Mulia”. Tidak heran bila sejak 2005 hingga saat ini Kubik sudah dipandang banyak diperhitungkan perusahaan ternama. “Klien kami saat ini adalah perusahaan-perusahaan besar. Bahkan Fortune 100 Indonesia sudah menjadi klien kami saat ini,” tuturnya.

Saat ini Kubik sudah menjadi salah satu perusahaan training di kelas premium. Nama-nama perusahaan besar seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), PT Astra Internasional Tbk, PT Pertamina Tbk (Persero), PT CIMB Niaga Tbk, PT Bank Mandiri, PT Bank Central Asia, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Holcim Indonesia Tbk, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk sudah menjadi kliennya.

Dari usaha bermodal kecil, kini Kubik bisa meraih pendapatan ratusan juta hingga belasan miliar per tahun. Kubik telah mengembangkan usahanya dengan menambah jumlah karyawan saat ini menjadi 45 orang dengan kantor milik sendiri di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Jumlah karyawan serta kantor cabang yang diharapkan segera bertambah seiring rencana ekspansi berikutnya. Jika sesuai rencana, penambahan kantor cabang dapat terealisasi tahun ini.

Kubik Training akan segera memiliki perwakilan cabang di dua wilayah Indonesia yaitu Surabaya dan Makassar. Pasar luar negeri pun sudah menjadi lahan berikutnya yang dikerjakan. Selain itu, Kubik juga membidik pasar ritel dengan membuka pelatihan bagi individu nonkorporasi. (juni triyanto)(Koran SI/Koran SI/ade)
Sumber : okezone.com 


Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More